PARE PARE– Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong penguatan sinergi pengelolaan keuangan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan setiap alokasi anggaran dapat terserap secara maksimal guna memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, integrasi sistem keuangan digital akan menjadi fokus utama dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas laporan pemerintah di seluruh wilayah. Tim ahli dari Badan Pengelola Keuangan Daerah kini fokus pada harmonisasi kebijakan pajak agar tidak memberatkan pelaku usaha lokal.
Pihak otoritas menilai bahwa sinkronisasi antara perencanaan dan pelaksanaan anggaran merupakan kunci utama dalam menekan angka kemiskinan. Oleh karena itu, Sekda meminta setiap kepala dinas untuk melakukan evaluasi berkala terhadap progres fisik maupun keuangan di setiap proyek strategis. Hal ini sangat penting guna memberikan rasa aman bagi para investor serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi warga Sulawesi Selatan. Respon positif dari jajaran birokrasi menunjukkan komitmen yang kuat untuk menyukseskan visi kemandirian fiskal daerah sendiri.
Mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah dan Efisiensi Anggaran
Sekda Sulsel menekankan bahwa inovasi dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus terus berlanjut di tengah ketidakpastian global. Sebab, ketergantungan pada dana transfer dari pusat perlu diminimalisir melalui pengembangan sektor-sektor industri kreatif dan pariwisata yang lebih modern. Kondisi ini tentu menuntut adanya koordinasi yang solid antara instansi perpustakaan, pendidikan, hingga infrastruktur dalam satu platform digital terpadu. Terutama, penggunaan e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa akan menjadi syarat utama guna mencegah terjadinya praktik kebocoran anggaran negara.
Pihak pemerintah juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bagian keuangan melalui pelatihan sertifikasi profesional. Selanjutnya, sistem pelaporan real-time akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi kesehatan finansial daerah setiap bulannya kepada gubernur. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan setiap keputusan strategis dapat diambil secara cepat dan tepat berdasarkan data yang akurat di lapangan. Koordinasi yang baik diharapkan mampu membawa Sulawesi Selatan menjadi daerah dengan performa fiskal terbaik di wilayah Indonesia Timur.
Baca Juga:Mahasiswi Dilecehkan Dosen di Parepare
Harapan untuk Stabilitas Fiskal Sulawesi Selatan
Oleh sebab itu, Sekda mengajak seluruh stakeholder untuk bersinergi dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang bersih dan melayani masyarakat. Sinergi yang kuat antara sektor swasta dan pemerintah menjadi modal utama dalam menciptakan iklim investasi yang stabil dan menguntungkan semua pihak. Maka dari itu, semangat gotong royong dalam menjaga keberlanjutan ekonomi harus tetap mengalir dalam setiap program kerja di tahun 2026 ini. Masyarakat juga berharap agar percepatan serapan anggaran mampu membuka lebih banyak lapangan kerja baru di berbagai sektor produktif.
Sebagai penutup, dorongan penguatan sinergi keuangan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi hak-hak ekonomi setiap warga negara. Setelah itu, tim analis akan menyiapkan peta jalan penguatan literasi keuangan bagi para pelaku UMKM agar mereka mampu mengakses modal usaha dengan lebih mudah. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat Provinsi Sulawesi Selatan tetap menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh di kancah nasional. Hal ini akan menjadi langkah nyata dalam memajukan kesejahteraan masyarakat secara merata dan berkelanjutan dari utara hingga selatan wilayah.





